This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label INDONESIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INDONESIA. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 Januari 2013

Terbaru Kerjasama Pssi Djohar - News Corp Ilegal Dan Cacat Hukum

Rencana PSSI menjual hak komersial kompetisi Indonesia kepada News Corp dengan durasi ekstrapanjang menuai sorotan dari Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI).
Dalam roadmap yang diajukan PSSI versi Djohar Arifin Husin kepada FIFA, PSSI memperlihatkan hak pengelolaan komersial baik Liga Primer Indonesia (IPL) maupun Liga Super Indonesia (ISL) kepada News Corp dengan imbalan 25-30 juta dolar AS, atau hampir 300 miliar Rupiah, per musim. Namun perusahaan asal AS itu meminta kontrak mengikat sampai 30 tahun ke depan.
Ketua umum BOPI, Haryo Yuniarto, menilai ada pelanggaran kalau Djohar benar-benar menandatangani kontrak tersebut. Menurutnya, PSSI di kurun Djohar mengambil hak pengurus di masa mendatang untuk mengelola sepak bola nasional.
�Bagaimana mungkin kepengurusan PSSI pimpinan Djohar yang sudah tinggal 1,5 tahun sanggup memandatangani kontrak pengelolaankompetisi dengan perusahaan News Corp dalam jangka waktu 30 tahun. Kalau ini benar-benar dilakukan sama saja merugikan masyarakat sepakbola dan pengurus PSSI yang baru,� ujar Haryo.
Ditambahkan Haryo, kerjasama itu diduga melanggar Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional (UU SKN) Nomor 3 Tahun 2005 serta UU Nomor 5 Tahun 1999 wacana Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Pasalnya, selain penunjukan tanpa tender, News Corp nantinya akan menguasai segala aspek pengelolaan komersial kompetisi.
�Dalam UU SKN terang disebutkan pihak absurd boleh membantu tetapi tidak mengikat. Begitu juga dengan pengelolaan dana keolahragaan dimana harus dilakukan menurut pada prinsip keadilan, efisiensi, transparansi,dan akuntabilitas publik,� Haryo menjelaskan.
Sebelum PSSI menandatangani kontrak berdurasi 30 tahun itu, Haryo berniat melaksanakan komunikasi dengan News Corp semoga perusahaan tersebut tetap mengikuti regulasi yang berlaku dikala berinvestasi di Indonesia.
�BOPI akanmenjaga setiap pelaksanaan olahraga profesional semoga sesuai denganregulasi yang ada,�katanya.
Di luar itu, sejauh ini gres IPL saja yang bersedia melepas hak komersialnya sementara ISL yang berpayung di bawah PSSI versi La Nyalla Mattalitti menolak kerjasama tersebut.
Berikut isi UU SKNBAB XIItentang PENDANAAN KEOLAHRAGAAN
Pasal 69
(1) Pendanaan keolahragaan menjadi tanggung jawab bersama antara Pemerintah,pemerintah daerah, dan masyarakat.
(2) Pemerintah dan pemerintah tempat wajib mengalokasikan anggaran keolahragaanmelalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Anggaran Pendapatan danBelanja Daerah.
Pasal 70
(1) Sumber pendanaan keolahragaan ditentukan menurut prinsip kecukupan dankeberlanjutan.
(2) Sumber pendanaan keolahragaan sanggup diperoleh dari:
a. masyarakat melalui banyak sekali aktivitas menurut ketentuan yang berlaku;
b. kolaborasi yang saling menguntungkan;
c. pertolongan luar negeri yang tidak mengikat;
d. hasil perjuangan industri olahraga; dan/atau
e. sumber lain yang sah menurut ketentuan peraturan perundang-undangan.
Pasal 71
(1) Pengelolaan dana keolahragaan dilakukan menurut pada prinsip keadilan,efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas publik.
(2) Dana keolahragaan yang dialokasikan dari Pemerintah dan pemerintah tempat dapatdiberikan dalam bentuk hibah sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Terbaru Djohar Mengakui Bos Nya Yaitu Arifin Panigoro

Perkembangan penyelesaian dualisme sepak bola nasional sejauh ini belum jelas. Sampai kemarin (18/1), AFC belum menunjukkan roadmap kepastian pelaksanaan MoU 7 Juni kepada Komite Olimpiade Indonesia (KOI).

Ketua KOI Rita Subowo ketika dikonfirmasi menjelaskan bahwa memang belum ada kepastian lagi dari AFC, alasannya ialah itu dia hanya dapat menunggu.

"Kami selama ini mengawasi dan membantu memediasi mereka dengan AFC.Kita harus bekerja keras supaya empat poin MOU itu dapat dilaksanakan, kami masih menunggu guidence  dari AFC juga," katanya.

Terkait duduk kasus TImnas dan perseteruan yang kembali mencuat terkati MoU antara PSSI DJohar Arifin dan PSSI KLB Ancol, Rita enggan berkomentar panjang. Dia menyerahkan duduk kasus tersebut kepada  Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora ) baru, Roy Suryo yang memastikan akan mengambil langkah tegas.

Perempuan 64 tahun tersebut menjelaskan bahwa langkah pemerintah layak dinantikan alasannya ialah ingin pribadi menemui tokoh dibalik dua kubu PSSI tersebut. Dia menyebut memang perlu ada pendekatan gres untuk menuntaskan konflik yang selama ini terjadi.

"Tunggu Pak menteri. Beliau kan mau pribadi menuntaskan konflik, Beliau sudah ada perintah dari (Presiden) SBY, jadi kita tunggu saja," ucapnya.

Sementara itu, langkah Menteri yang didukung oleh KOI untuk menemui tokoh dibalik dua kubu yang berseteru ditolak oleh Ketua Umum PSSI KLB Ancol, La Nyalla Mattaliti.

Dia menyebut bahwa permasalahan yang terjadi selama ini tidak ada hubungannya dengan Nirwan Bakrie, orang yang disebut berada di balik PSSI KLB Ancol.

"Konflik ini tidak ada kekerabatan dengan Nirwan Bakrie. Jangan dikait-kaitkan alasannya ialah semua keputusan yang diambil PSSI KLB Ancol ialah murni dari hasil rapat aku dengan anggota direktur komite," ujar Nyalla melalui pesan singkat.

Sikap berbeda ditunjukkan Ketua Umum PSSI Djohar Arifin. Dia mempersilahkan Roy Suryo untuk  bertemu siapa saja supaya permasalahan sepak bola di Indonesia dapat segera selesai.

"Silahkan saja. Bertemu siapa saja boleh untuk menuntaskan permasalahan PSSI. Bukan cuma Nirwan atau Arifin Panigoro," tuturnya.

Hanya dia menampik kalau selama ini dianggap tugas Arifin sangat besar di PSSI. Menurut Djohar, pengusaha multi korporasi itu hanya bekerjasama ketika PSSI membutuhkan dana.

"Kami kalau butuh dana meminta kepada beliau. Tapi, ia di kepengurusan tidak intervensi terlalu jauh menyerupai yang dianggap selama ini," tandasnya. (aam)

Jumat, 18 Januari 2013

Terbaru Jakarta Karam , Rio Ferdinand Prihatin

Banjir yang melanda Jakarta ternyata menerima perhatian dan simpati dari bek Manchester United, Rio Ferdinand.
Ya, Ferdinand memang erat dengan publik Indonesia, khususnya penggemar Setan Merah. Melihat Jakarta karam alasannya ialah banjir yang hampir melanda semua wilayahnya, Ferdinand tergerak untuk mengirimkan simpatinya lewat akun Twitternya.
�Baru saja melihat foto ini, saya pernah berada sempurna di mana gambar ini diambil. Utamakan keselamatan, warga Jakarta,� tulis Ferdinand via akun Twitter resminya, Jumat (18/1) pukul 14.44 WIB.
Foto yang dilampirkan Ferdinand ialah situasi banjir yang melanda air mancur di satu sudut bilangan Jalan Medan Merdeka, Monas, Jakarta. Gambar itu merupakan hasil unggahan pengguna Twitter lainnya yang mencantumkan tagar #PrayForJakarta.
Beberapa waktu lalu, saat timnas Indonesia bertanding di Piala AFF 2012, Ferdinand juga sempat mengirimkan tweet yang berisi motivasi untuk tim Merah Putih biar memenangi pertandingan melawan Laos.[vn]

Terbaru La Nyalla: Aku Bukan Antek Bakrie !!

Ketua umum PSSI versi KLB Ancol, La Nyalla Mattalitti, tak baiklah dengan planning Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo, melibatkan Nirwan Dermawan Bakrie terkait kisruh sepak bola nasional.

Konflik sepak bola nasional kian meruncing sesudah La Nyalla terpilih sebagai ketua umum lewat Kongres Luar Biasa (KLB) Ancol 2012 kemudian namun kepengurusan sebelumnya diketuai Djohar Arifn Husin, tak mau mengakui proses pemilihan tersebut. Korbannya ialah nasib sepak bola nasional yang terkatung-katung dan terancam eksekusi dari FIFA.

Menpora alhasil turun tangan dan berencana menemui Arifin Panigoro, yang disebut-sebut berada dibalik kubu Djohar Arifin Husin, serta Nirwan sebagai sosok yang diduga Menpora dibalik kubu La Nyalla Mattalitti.

�Konflik ini tidak ada kekerabatan dengan Nirwan Dermawan Bakrie. Jangan dikait-kaitkan alasannya ialah semua keputusan yang diambil PSSI KLB Ancol ialah murni dari hasil rapat saya dengan anggota Komite Eksekutif PSSI,�kata La Nyalla.

�Jangan samakan saya dengan Djohar Arifin yang setiap keputusannya dikendalikan Arifin Panigoro,�ia menambahkan.

Sebelumnya, Sekjen PSSI KLB Ancol, Togar Manahan Nero, juga menyatakan hal senada. Ia menyarankan Menpora untuk pribadi berkomunikasi dengan AFC, induk PSSI di regional Asia.

�Untuk menghilangkan misinterpretasi. Satu sumber saja. Biarkan AFC yangmemutuskan, Apa yang telah disepakati akan kita taati. Demi sepakbola, kami mengikuti apa pun yang terbaik,�ujarnya. [but]

Kamis, 17 Januari 2013

Terbaru Mau Ditanya Mengenai Kebohongannya , Halim Mahfudz Gak Angkat Teleponnya



FIFA kembali mengingatkan PSSI karbitan pimpinan Djohar Arifin Husin dan antek-anteknya semoga menuntaskan permasalahan sepak bola nasional sesuai dengan jalur yang sudah ditentukan. Melalui suratnya pada 18 Desember lalu, FIFA telah tetapkan 4 ketentuan yang harus dipenuhi PSSI semoga terhindar dari hukuman yang berpotensi menimpa Indonesia.

Surat itu ditandatangani Sekjen FIFA, Jerome Valcke. Dalam suratnya, FIFA menganggap PSSI telah gagal menuntaskan permasalahan yang ada sesuai dengan deadline AFC dan FIFA, 10 Desember 2012. Namun lewat rapat komite direktur di Tokyo, Jepang, 14 Desember lalu, FIFA hasilnya memperlihatkan kesempatan terakhir bagi Indonesia hingga  Maret 2013.

Dalam suratnya, FIFA juga menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima isu suplemen mengenai roadmap yang diajukan PSSI. Karena itu, FIFA sekali lagi menegaskan semoga PSSI bersedia menjalankan 4 ketentuan yang sesuai dengan roadmap tersebut. Salah satunya terkait penerima kongres PSSI yang harus mengacu pada MoU Kuala Lumpur, 7 Juni 2012.

Munculnya surat FIFA ini pun mementahkan pernyataan Sekjen PSSI, Halim Mahfudz terkait keabsahan Kongres PSSI di Palangkaraya, 10 Desember 2012 lalu. Dalam sebuah kesempatan usai bertemu Presiden AFC, Zhang Jilong dan Sekjen AFC, Alex Soosay, dan ketua KOI, Rita Subowo, 10 Januari lalu, Halim menegaskan bahwa kongres tersebut sah dan diakui FIFA meski tidak menjalankan isyarat MoU untuk mengundang pemilik bunyi KLB Solo.

Wartawan  berusaha menghubungi Halim untuk mengkonfirmasi mengenai surat FIFA tersebut. Namun dikala dihubungi melalui kanal telepon, Halim tidak mengangkatnya. Berikut 4 ketentuan yang diminta untuk dijalankan PSSI sesuai dengan surat FIFA pada 18 Desember lalu:

1. Penyatuan liga sesuai dengan roadmap
2. Merevisi statuta PSSI
3. Mengembalikan 4 anggota Komite Eksekutif PSSI yang sebelumnya dikeluarkan.
4. Kedua pihak harus menyetujui bahwa delegasi kongres didasarkan pada kongres Solo Juli 2011 sesuai dengan MoU 7 Juni 2012. (sj)

Selasa, 15 Januari 2013

Terbaru Sekjen Pssi : Djohar Arifin Dan Halim Mahfudz Hentikan Hobby Berbohong Kalian !

Sekretaris Jendral PSSI yang sah , Togar Manahan Nero meminta kepada Djohar Arifin Husin dan sekjen palsu Halim Mahfudz untuk tidak membuat pernyataan yang memperkeruh suasana di masyarakat.
Usai menggelar jumpa pers di kantor PSSI KLB Ancol pimpinan La Nyalla Mahmud Mattalitti, Togar Manahan Nero meminta kepada semua pihak, termasuk Djohar Arifin Husin dan Halim Mahfudz, untuk tidak menawarkan pernyataan di media yang sanggup memperkeruh suasana di masyarakat.
Menurut mantan anggota Joint Committee tersebut, selama proses penyelesaian konflik sepak bola yang sekarang sedang diusahakan oleh semua pihak, sebaiknya tidak ada komentar negativ yang dilempar ke masyarakat, pasalnya hal tersebut akan membuat kebingungan di masyarakat luas wacana konflik yang sedang terjadi pada federasi sepak bola Indonesia.
�Saya mohon kepada saudara Djohar dan Halim untuk tidak mengeluarkan pernyataan yang negatif ke masyarakat luas, pasal nya hal itu akan mengakibatkan kebingungan di masyarakat wacana penyelesaian konflik federasi sepak bola Indonesia,� pinta Togar.
Manurut Togar, dirinya telah beberapa kali mengadakan rapat bersama Halim Mahfudz dalam kesempatannya sebagai anggota Joint Committee. Namun ia menyayangkan perilaku Halim yang selalu berubah ubah, antara pernyataan di dalam rapat dan pernyataan di media.
�Saya beberapa kali rapat dengan Halim, sayangnya penyataannya di dalam rapat dan di media selalu berbeda. Menurut saya, perilaku menyerupai itu sama sekali tidak menjunjung tinggi nilai sportifitas dalam olahraga,� tambahnya.[dg]